Demak Canangkan Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Pemerintah Kabupaten Demak resmi memulai rangkaian agenda strategis nasional di bidang perstatistikan. Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE., secara resmi membuka kegiatan sekaligus mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 serta Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan DTSEN. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Grhadika Bina Praja Kabupaten Demak pada Selasa (26/05/2026).

Dalam laporannya, Kepala BPS Kabupaten Demak, Khomarudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemkab Demak, BPS, dan masyarakat untuk menyediakan data yang akurat dan berkualitas.

Berita Lainnya

“Pada pelaksanaan sensus tahun ini, dilakukan pendataan sosial ekonomi masyarakat yang tidak hanya digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial, tetapi juga untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan, termasuk pembangunan rumah layak huni,” ujar Khomarudin.

Ia menambahkan bahwa program Desa Cantik 2026 akan difokuskan di tiga desa di Kecamatan Wonosalam (Desa Doreng, Tlogodowo, dan Mojodemak) dan akan berlangsung mulai 12 Juni hingga akhir tahun 2026.
Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE., dalam sambutan arahannya menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang sangat krusial untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara akurat, mulai dari sektor usaha mikro hingga perkembangan ekonomi digital.

“Data tersebut menjadi dasar kompas kita dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat, efektif, dan berkeadilan. Pemkab Demak sangat menyambut baik hal ini, terlebih kita memiliki potensi daerah yang besar di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh pihak dan kejujuran masyarakat dalam memberikan data”, tegas Bupati.

Bupati juga menyambut baik pencanangan Desa Cantik sebagai stimulus untuk meningkatkan kesadaran pihak pemerintah desa dalam mengelola data secara mandiri demi pembangunan berkelanjutan. “Di era digital ini, budaya sadar data harus kita perkuat dari level desa agar ekosistem data berkualitas terbentuk, sehingga pembangunan di Kabupaten Demak makin tepat sasaran”, imbuhnya.

Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, dalam paparan materinya meminta seluruh Perangkat Daerah dan pemangku kepentingan untuk terlibat aktif melakukan fasilitasi, koordinasi, pendampingan, hingga pengawalan agar sensus berjalan lancar dan tepat waktu. Sekda juga memberikan perhatian khusus pada optimalisasi teknologi informasi di tingkat desa.

“Kami tekankan pentingnya pemanfaatan website desa sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) diminta siap mendukung infrastruktur dan peningkatan kapasitas pengelolaan sistem informasi desa ini”, kata Akhmad Sugiharto.

Di akhir paparan, Sekda mengapresiasi BPS atas peluncuran Program Desa Cantik yang dinilai mampu meningkatkan literasi statistik dan mendorong tata kelola pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan berbasis data. Seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Demak diimbau untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang jujur, lengkap, dan benar demi kemajuan daerah.

Pos terkait