Demak Kembali Gelar Tradisi Sakral Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Pemerintah Kabupaten Demak kembali menggelar upacara adat tahunan yang sarat akan nilai sejarah dan budaya, yakni Iring-Iringan Prajurit Patangpuluhan dan Penjamasan Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga. Prosesi sakral yang mempertemukan unsur Umaro (Pemerintah) dan Ulama/ Kasepuhan ini berlangsung khidmat pada Rabu, 27 Mei 2026.

Acara dimulai sejak pagi hari pukul 08.30 WIB berpusat di Pendopo Kabupaten Demak. Kehadiran jajaran Forkopimda Kabupaten Demak beserta pasangan, Sekretaris Daerah, hingga para Kepala Perangkat Daerah turut menyemarakkan prosesi adat ini. Suasana Pendopo seketika berubah magis saat Bupati Demak beserta suami memasuki tempat acara dengan diiringi oleh para Penari dan Dayang.

Berita Lainnya

Sebelum iring-iringan diberangkatkan, para tamu undangan disuguhkan penampilan seni luhur berupa Persembahan Tari Bedoyo Tunggal Jiwo. Acara kemudian dilanjutkan dengan inti prosesi di Pendopo, yaitu Upacara Adat Penyerahan Minyak Jamas dari Bupati Demak kepada Manggolo Tamtomo. Minyak jamas inilah yang nantinya digunakan untuk menyucikan pusaka peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga.

Tepat pukul 09.00 WIB, Bupati Demak bersama unsur Forkopimda melepas secara resmi pemberangkatan Prajurit Patangpuluhan. Setelahnya, rombongan Bupati dan jajaran pejabat menaiki Kereta bendi untuk ikut serta dalam iring-iringan menuju Kadilangu.

Setibanya di Kadilangu pada pukul 09.45 WIB, rombongan Bupati disambut hangat oleh Lurah Kadilangu. Langkah kaki kemudian diarahkan menuju kompleks Makam Sunan Kalijaga. Di lokasi ini, dilakukan penyerahan minyak jamas secara estafet dari Lurah Tamtomo kepada Sesepuh Kadilangu.

Puncak Acara: Prosesi Penjamasan Pusaka dimulai tepat pukul 10.00 WIB yang diawali dengan pembacaan tahlil secara khusyuk. Pada momen sakral ini, jajaran Forkopimda secara khusus dipanggil untuk memasuki cungkup makam Sunan Kalijaga guna menyaksikan langsung jalannya penjamasan.

Seluruh rangkaian prosesi adat yang berjalan dengan penuh khidmat ini berakhir pada pukul 11.15 WIB. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan Walisongo, tetapi juga terus memperkuat daya tarik wisata religi dan budaya di Kabupaten Demak.

Pos terkait